{"id":83,"date":"2010-12-23T07:41:30","date_gmt":"2010-12-23T00:41:30","guid":{"rendered":"http:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/?p=83"},"modified":"2011-01-07T07:08:27","modified_gmt":"2011-01-07T00:08:27","slug":"berkenalan-dengan-scorecard-balance","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/2010\/12\/23\/berkenalan-dengan-scorecard-balance\/","title":{"rendered":"Berkenalan dengan ScoreCard Balance"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Konsep <em>Balanced Scorecard<\/em>.<\/span><\/strong><span style=\"font-size: 9.5pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Konsep <em>balanced scorecard<\/em> berkembang sejalan dengan perkembangan implementasi konsep tersebut.  Kapalan dan Norton, 1996 menyatakan bahwa Balanced scorecard terdiri  dari kartu skor (scorecard) dan berimbang (balanced). Kartu skor adalah  kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja seseorang. Kartu  skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan  oleh peronil di masa depan. Melalui kartu skor, skor yang akan  diwujudkan personil di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja  sesungguhnya. Hasil perbandingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi  atas kinerja personil yang bersangkutan. Kata berimbang dimaksudkan  untuk menunjukkan bahwa kinerja personil diukur secara berimbang dari  dua aspek: keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang,  intern dan ekstern. Oleh sebab itu personil harus mempertimbangkan  keseimbangan antara pencapaian kinerja keuangan dan non keuangan, antara  kinerja jangka pendek dan jangka panjang, serta antara kinerja yang  bersifat intern dan yang bersifat ekstern jika kartu skor personil  digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan.<\/span><span style=\"font-size: 9.5pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Balanced scorecard<\/span><\/em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> memperkenalkan empat proses manajemen yang baru, yang terbagi dan  terkombinasi antara tujuan strategik jangka panjang dengan  peristiwa-peristiwa jangka pendek. Keempat proses tersebut adalah  (Kaplan dan Norton, 1996):<\/span><span style=\"font-size: 9.5pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\"> <\/span><span style=\"font-size: 9.5pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Menterjemahkan visi, misi dan strategi perusahaan. <\/span><\/strong><span style=\"font-size: 9.5pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Untuk menentukan ukuran kinerja, visi organisasi perlu dijabarkan dalam tujuan dan sasaran. <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Visi  adalah gambaran kondisi yang akan diwujudkan oleh perusahaan di masa  mendatang. Untuk mewujudkan kondisi yang digambarkan dalam visi,  perusahaan perlu merumuskan strategi. <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Tujuan  ini menjadi salah satu landasan bagi perumusan strategi untuk  mewujudkannya. Dalam proses perencanaan strategik, tujuan ini kemudian  dijabarkan ke dalam sasaran strategik dengan ukuran pencapaiannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Komunikasi dan Hubungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Balanced scorecard<\/span><\/em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\"> memperlihatkan kepada setiap karyawan apa yang dilakukan perusahaan  untuk mencapai apa yang menjadi keinginan para pemegang saham dan  konsumen karena oleh tujuan tersebut dibutuhkan kinerja karyawan yang  baik. <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Untuk itu, <em>balanced scorecard<\/em> menunjukkan strategi yang menyeluruh yang terdiri dari tiga kegiatan:<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Garamond&quot;,&quot;serif&quot;;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Comunicating and educating<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Garamond&quot;,&quot;serif&quot;;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Setting Goals<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Garamond&quot;,&quot;serif&quot;;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Linking Reward to Performance Measures<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Rencana Bisnis<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Rencana  bisnis memungkinkan organisasi mengintegrasikan antara rencana bisnis  dan rencana keuangan mereka. Hampir semua organisasi saat  mengimplementasikan berbagai macam program yang mempunyai keunggulannya  masing-masing saling bersaing antara satu dengan yang lainnya. Keadaan  tersebut membuat manajer mengalami kesulitan untuk mengintegrasikan  ide-ide yang muncul dan berbeda di setiap departemen. Akan tetapi dengan  menggunakan balanced scorecard sebagai dasar untuk mengalokasikan  sumber daya dan mengatur mana yang lebih penting untuk diprioritaskan,  akan menggerakkan ke arah tujuan jangka panjang perusahaan secara  menyeluruh.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Umpan Balik dan Pembelajaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Proses  keempat ini akan memberikan strategic learning kepada perusahaan.  Dengan balanced scorecard sebagai pusat sistem perusahaan, maka  perusahaan dapat melaukan monitoring terhadap apa yang telah dihasilkan  perusahaan dalam jangka pendek, dari tiga pespektif yang ada yaitu:  konsumen, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan  untuk dijadikan sebagai umpan balik dalam mengevaluasi strategi. Keempat  proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Garamond&quot;,&quot;serif&quot;;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Memperjelas dan Menerjemahkan visi dan strategi<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Memperjelas visi<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Menghasilkan Konsensus<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Garamond&quot;,&quot;serif&quot;;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Merencanakan dan Me-netapkan sasaran<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Menetapkan sasaran<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Memadukan inisiatif strategis<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Mengalokasikan sumber daya<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Menetapkan tonggak-tonggak penting<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Garamond&quot;,&quot;serif&quot;;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Mengkomunikasikan dan Menghubungkan<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Mengkominikasikan dan mendidik<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Menetapkan tujuan<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Mengkaitkan imba-lan dengan ukuran kinerja <\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 15pt;\"><strong><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Balanced scorecard<\/span><\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Garamond&quot;,&quot;serif&quot;;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Umpan Balik dan Pembelajaran Strategis<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Mengartikulasikan isi bersama<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Memberikan umpan balik strategis<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Courier New&quot;;\" lang=\"IT\">o<\/span><span style=\"font-size: 7pt;\" lang=\"IT\"> <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Memfasilitasi tinjauan ulan dan pembela- jaran strategis<\/span><\/p>\n<h2 style=\"line-height: 15pt;\"><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;\">Balanced Scorecard<\/span><\/em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> sebagai suatu kerangka kerja tindakan strategis<\/span><\/h2>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Tolok Ukur dalam Balanced Scorecard.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Perspektif Keuangan (finansial)<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Perspektif  keuangan tetap menjadi perhatian dalam balanced scorecard karena ukuran  keuangan merupakan ikhtisar dari konsekuensi ekonomi yang terjadi  akibat keputusan dan tindakan ekonomi yang diambil. Tujuan pencapaian  kinerja keuangan yang baik merupakan fokus dari tujuan-tujuan yang ada  dalam tiga perspektif lainnya. Sasaran-sasaran perspektif keuangan  dibedakan pada masing-masing tahap dalam siklus bisnis yang oleh Kaplan  dan Norton dibedakan menjadi tiga tahap:<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Growth<\/span><\/em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> (Berkembang)<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Berkembang  merupakan tahap pertama dan tahap awal dari siklus kehidupan bisnis.  Pada tahap ini suatu perusahaan memiliki tingkat pertumbuhan yang sama  sekali atau peling tidak memiliki potensi untuk berkembang. Untuk  menciptakan potensi ini, kemungkinan seorang manajer harus terikat  komitmen untuk mengembangkan suatu produk atau jasa baru, membangun dan  mengembangkan fasilitas produksi, menambah kemampuan operasi,  mengembangkan sistem, infrastruktur dan jaringan distribusi yang akan  mendukung hubungan global, serta mengasuh dan mengembangkan hubungan  dengan pelanggan. Perusahaan dalam tahap pertumbuhan mungkin secara  aktual beroperasi dengan cash flow negatif dan tingkat pengembalian atas  modal yang rendah. Investasi yang ditanam untuk kepentingan masa depan  sangat memungkinkan memakai biaya yang lebih besar dibandingkan dengan  jumlah dana yang mampu dihasilkan dari basis operasi yang ada sekarang,  dengan produk dan jasa dan konsumen yang masih terbatas. Sasaran  keuangan untuk growth stage menekankan pada pertumbuhan penjualan di  dalam pasar baru dari konsumen baru dan atau dari produk dan jasa baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Sustain Stage<\/span><\/em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> (Bertahan).<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Bertahan  merupakan tahap kedua yaitu suatu tahap dimana perusahaan masih  melakukan investasi dan reinbestasi dengan mempersyaratkan tingkat  pengembalian yang terbaik, Dalam tahap ini perusahaan berusaha  mempertahankan pangsa pasar yang ada dan mengembankannya apabila  mungkin. Investasi yang dilakukan umumnya diarahkan untuk menghilangkan  kemacetan, mengembangkan kapasitas dan meningkatkan perbaikan  operasional secara konsisten. <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Pada  tahap ini perusahaan tidak lagi bertumpu pada strategi-stratei jangka  panjang. Sasaran keuangan tahap ini lebih diarahkan pada besarnya  tingkat pengembalian atas investasi yang dilakukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Harvest<\/span><\/em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> (Panen).<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Tahap  ini merupakan tahap kematangan (mature), suatu tahap dimana perusahaan  melakukan panen (harvest) terhadap investasi mereka. Perusahaan tidak  lagi melakukan investasi lebih jauh kecuali hanya untuk memelihara dan  perbaikan fasilitas, tidak untuk melakukan eksppansi atau membangun  suatu kemampuan baru. Tujuan utama dalam tahap ini adalah memaksimumkan  arus kas yang masuk ke perusahaan. Sasaran keuangan untuk harvest adalah  <em>cash flow<\/em> maksimum yang mampu dikembalikan dari investasi dimasa lalu.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Perspektif Pelanggan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Pada  masa lalu seringkali perusahaan mengkonsentrasikan diri pada kemampuan  internal dan kurang memperhatikan kebutuhan konsumen. Sekarang strategi  perusahaan telah bergeser fokusnya dari internal ke eksternal. Jika  suatu unit bisnis inin mencapai kinerja keuangan yang superior dalam  jangka panjang, mereka harus menciptakan dan menyajikan suatu produk  atau jasa yang bernilai dari biaya perolehannya. Dan suatu produk akan  semakin bernilai apabila kinerjanya semakin mendekati atau bahkan  melebihi dari apa yang diharapkan dan persepsikan konsumen (Heppy  Julianto, 2000). Tolok ukur kinerja pelanggan dibagi menjadi dua  kelompok (Budi W. Soejtipto, 1997):<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Kelompok Inti<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">1). Pangsa pasar: mengukur seberapa besar pororsi segmen pasar tertentu yang dikuasai oleh perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">2). Tingkat perolehan para pelanggan baru: mengukur seberapa banyak perusahaan berhasil menarik pelanggan-pelanggan baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">3).  Kemampuan mempertahankan para pelanggan lama: mengukur seberapa banyak  perusahaan berhasil mempertahankan pelangan-pelanggan lama.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">4). Tingkat kepuasan pelanggan: mengukur seberapa jauh ppelanggan merasa puas terhadap layanan perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">5).  Tingkat profitabilitas pelanggan: mengukur seberapa besar keuntungan  yang berhasil diraih oleh perusahaan dari penjualan produk kepada para  pelanggan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Kelompok Penunjang.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">1). Atribut-atribut produk (fungsi, harga dan mutu)<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> Tolok  ukur atribut produk adalah tingkat harga eceran relatif, tingkat daya  guna produk, tingkat pengembalian produk oleh pelanggan sebagai akibat  ketidak sempurnaan proses produksi, mutu peralatan dan fasilitas  produksi yang digunakan, kemampuan sumber daya manusia serta tingkat  efisiensi produksi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">2). Hubungan dengan pelanggan<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> Tolok  ukur yang termasuk sub kelompok ini, tingkat fleksibilitas perusahaan  dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan para pelanggannya, penampilan  fisik dan mutu layanan yang diberikan oleh pramunaga serta penampilan  fisik fasilitas penjualan. <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">3). Citra dan reputasi perusahaan beserta produk-produknya dimata para pelanggannya dan masyarakat konsumen.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Perspektif Proses Bisnis Internal.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Menurut  Kaplan dan Norton 1996, dalam proses bisnis internal, manajer harus  bisa mengidentifikasi proses internal yang penting dimana perusahaan  diharuskan melakukan dengan baik karena proses internal tersebut  mempunyai nilai-nilai yang diinginkan konsumen dan dapat memberikan  pengembalian yang diharapkan oleh para pemegang saham. Tahapan dalam  proses bisnis internal meliputi:<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Inovasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Inovasi  yang dilakukan dalam perusahaan biasanya dilakukan oleh bagian riset  dan pengembangan. Dalam tahap inovasi ini tolok ukur yang digunakan  adalah besarnya produk-produk baru, lama waktu yang dibutuhkan untuk  mengembangan suatu produk secara relatif jika dibandingkan perusahaan  pesaing, besarnya biaya, banyaknya produk baru yang berhasil  dikembangkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Proses Operasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Tahapan  ini merupakan tahapan dimana perusahaan berupaya untuk memberikan  solusi kepada para pelanggan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan  pelanggan. Tolok ukur yang digunakan antara lain Manufacturing Cycle  Effectiveness (MCE), tingkat kerusakan produk pra penjualan, banyaknya  bahan baku terbuang percuma, frekuensi pengerjaan ulang produk sebagai  akibat terjadinya kerusakan, banyaknya permintaan para pelanggan yang  tidak dapat dipenuhi, penyimpangan biaya produksi aktual terhadap biaya  anggaran produksi serta tingkat efisiensi per kegiatan produksi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Proses Penyampaian Produk atau Jasa pada Pelanggan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Aktivitas  penyampaian produk atau jasa pada pelanggan meliputi pengumpulan,  penuimpanan dan pendistribusian produk atau jasa serta layanan purna  jual dimana perusahaan berupaya memberikan manfaat tambahan kepada  pelanggan yang telalh membeli produknya seperti layanan pemeliharaan  produk, layanan perbakan kerusakan, layanan penggantian suku cadang, dan  perbaikan pembayaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\" lang=\"IT\">Perspektif keempat dalam <em>balanced scorecard<\/em> mengembangkan pengukuran dan tujuan untuk mendorong organisasi agar  berjalan dan tumbuh. Tujuan dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan  adalah menyediakan infrastruktur untuk mendukung pencapaian tiga  perspektif sebelumnya. Perspektif keuangan, pelanggan dan sasaran dari  proses bisnis internal dapat mengungkapkan kesenjangan antara kemampuan  yang ada dari orang, sistem dan prosedur dengan apa yang dibutuhkan  untuk mencapai suatu kinerja yang handal. <\/span><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Untuk memperkecil kesenjangan tersebut perusahaan harus melakukan investasi dalam bentuk <em>reskilling employes<\/em>. Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan adalah (Kaplan dan Norton, 1996):<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Karyawan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Hal  yang perlu ditinjau adalah kepuasan karyawan dan produktivitas kerja  karyawan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan perusahaan perlu  melakukan survei secara reguler. Beberapa elemen kepuasan karyawan  adalah keterlibatan dalam pengambilan keputusan, pengakuan, akses untuk  memperoleh informasi, dorongan untuk melakukan kreativitas dan inisiatif  serta dukungan dari atasan. Produktivitas kerja merupakan hasil dari  pengaruh agregat peningkatan keahlian moral, inovasi, perbaikan proses  internal dan tingkat kepuasan konsumen. Di dalam menilai produktivitas  kerja setiap karyawan dibutuhkan pemantauan secara terus menerus.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Kemampuan Sistem Informasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Perusahaan  perlu memiliki prosedur informasi yang mudah dipahami dan mudah  dijalankan. Tolok ukur yang sering digunakan adalah bahwa informasi yang  dibutuhkan mudah didapatkan, tepat dan tidak memerlukan waktu lama  untuk mendapat informasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Keunggulan Balanced Scorecard.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Dibandingkan  dengan pengukuran kinerja tradisional yang hanya mengukur kinerja  berdasarkan perspektif keuangan, maka balanced scorecard memiliki  beberapa keunggulan (Barbara Gunawan, 2000):<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Komprehensif.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Balanced scorecard<\/span><\/em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> menekankan pengukuran kinerja tidak hanya aspek kuantitatif saja,  tetapi juga aspek kealitatif. Aspek finansial dilengkapi dengan aspek  customer, inovasi dan market development merupakan fokus pengukuran  integral. Keempat perspektif menyediakan keseimbangan antara pengukuran  eksternal seperti laba pada ukuran internal seperti pengembangan produk  baru. Keseimbangan ini menunjukkan trade off yang dilakukan oleh manajer  terhadap ukuran-ukuran tersebut untuk mendorong manajer untuk mencapai  tujuan tanpa membuat trade off di antara kunci-kunci sukses tersebut  melalui empat perspektif. <em>Balanced scorecard<\/em> mampu memandang berbagai faktor lingkungan secara menyeluruh.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Adaptif dan Responsif terhadap Perubahan Lingkungan Bisnis.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Pengukuran  aspek keuangan tradisional melaporkan kejadian masa lalu tanpa  menunjukkan cara meningkatkan kinerja di masa depan. Aspek customer,  inovasi dan pengembangan, learning memberikan pedoman terhadap customer  yang selalu berubah preferensinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Fokus terhadap tujuan perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Adapun tujuan dan sasaran yang ingin dicapai pada setiap perspektif adalah (Barbara Gunawan, 2000):<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">1. Perspektif Keuangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Terwujudnya  tanggung jawab ekonomi melalui penerapan pengetahuan manajemen dalam  pengolahan bisnis dan peningkatan produktivitas yang dikuasai personil.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">2. Perspektif Customer.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Terwujudnya tanggung jawab sosial sehingga perusahaan dikenal secara luas sebagai perusahaan yang akrab dengan lingkungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">3. Perspektif Proses Bisnis Internal.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Terwujudnya pelipatgandaan kinerja seluruh personil perusahaan melalui implementasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Terwujudnya  keunggulan jangka penjang perusahaan lingkungan bisnis global melalui  pengembangan dan pemfokusan potensi sumber daya manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><strong><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">III. ANALISIS DAN PEMBAHASAN APLIKASI BALANCED SCORECARD<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Dalam penelitian <em>Nomura Research Institute (NRI) Papers <\/em>No. 45, 1 April 2002 dikemukakan bahwa Jepang sudah beberapa tahun lalu mengintroduksikan pola kerja <em>balance scorecard (BSC) <\/em>terhadap  lebih dari 20 perusahaan (Morisawa, 2002:3). Dari hasil penelitiannya,  NRI dapat memberi kesimpulan bahwa berdasarkan pengalaman-pengalaman  perusahaan yang menerapkan pengukuran kinerja dengan <em>balanced scorecard <\/em>tersebut merasakan bahwa <em>balanced scorecard <\/em>memang memiliki keunggulan yang dirangkum menjadi lima point sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Balanced scorecard <\/span><\/em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">dapat  digunakan untuk melakukan perbaikan keseimbangan di antara  sasaran-sasaran jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Dapat  menciptakan pemahaman strategi perubahan dengan menyusun atau  menetapkan indikator-indikator non-finansial kuantitatif disamping  indikator-indikator finansial.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Mengurangi keragu-raguan atau kekaburan dengan tetap menjaga indikator-indikator non finansial kuantitatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Mempromosikan proses pembelajaran organisasi melalui suatu pengulangan siklus hipotesis verifikasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Memperbaiki <em>platform <\/em>strategi  komunikasi secara umum dalam organisasi yang mencerminkan keterkaitan  antara pimpinan dan bawahan. NRI mengemukakan salah satu contoh kasus  yang spektakuler tentang keberhasilan penerapan <em>Balanced scorecard <\/em>yang  berimplikasi pada perbaikan kinerja perusahaan seperti yang dialami  oleh perusahaan KANSAI ELECTRIC POWER CO. LTD, perusahaan terbesar kedua  di Jepang yang memproduksi dan mensuplai kebutuhan listrik di Jepang.  Perusahaan ini memperkenalkan cara kerja baru yang disebut &#8220;Linked  Contract&#8221; yang kinerjanya diukur dengan <em>Balanced Scorecard.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Murphy and Russel (2002:2) menemukan bahwa penggunaan <em>Balanced Scorecard <\/em>dapat menggantikan <em>Costumer Relationship Management (CRM) Strategi, <\/em>yakni  suatu strategi dimana perusahaan mencoba mengelola hubungan yang baik  dengan para pelanggan untuk menciptakan nilai tambah untuk para  pelanggan dan untuk perusahaan itu sendiri. Hal ini ditunjukkan bahwa  lebih dari setengah proyek-proyek CRM tidak menghasilkan nilai tambah  apapun bagi perusahaan, dan 50% dari CRM <em>Strategy <\/em>tetap saja mengalami kegagalan dalam penerapannya di dunia bisnis, namun <em>Balanced Scorecard <\/em>dapat menggantikannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">R.  Abdul Haris dalam penelitiannya terhadap 64 BUMD di Jawa Timur  menemukan bahwa kinerja BUMD tergolong baik, terutama perspektif  keuangan yang seluruh indikatornya (pertumbuhan pendapatan, efisiensi  biaya, peningkatan laba dan pemanfaatan aktiva\/ strategi investasi).  Namun ditemukan pula adanya beberapa perspektif yang perlu dibenahi  yaitu: perspektif pelanggan yakni pencapaian kuantitas produksi serta  pangsa pasar yang dimiliki, perspektif proses bisnis internal yakni  jaringan hubungan dengan pemasok dan pengendalian kualitas, serta  perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yakni peningkatan kinerja dan  pemenuhan kebutuhan karyawan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt;\"><em><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"><br \/>\n<strong>IV. KESIMPULAN<\/strong><\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"line-height: 15pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Dalam  menilai kinerja suatu perusahaan, ukuran-ukuran keuangan saja dinilai  kurang mewakili. Hal ini disebabkan karena ukuran-ukuran keuangan  memiliki beberapa kelemahan yaitu (Mulyadi, 1997): Pendekatan finansial  bersifat historis sehingga hanya mampu memberikan indikator dari kinerja  manajemen dan tidak mampu sepenuhnya menuntun perusahaan kearah yang  lebih baik. Pengukuran lebih berorientasi kepada manajemen operasional  dan kurang mengarah kepada manajemen strategis. Tidak mampu  mempresentasikan kinerja intangible assets yang merupakan bagian  struktur aser perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Balanced  scorecard dapat digunakan sebagai alternatif pengukuran kinerja  perusahaan yang lebih komprehensif dan tidak hanya bertumpu pada  pengukuran atas dasar perspektif keuangan saja. Hal ini terbukti dengan  adanya manfaat-manfaat yang dirasakan oleh perusahaan-perusahaan yang  menerapkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">source : <\/span>http:\/\/pakpid.wordpress.com\/2010\/01\/05\/balance-scorecard\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsep Balanced Scorecard. Konsep balanced scorecard berkembang sejalan dengan perkembangan implementasi konsep tersebut. Kapalan dan Norton, 1996 menyatakan bahwa Balanced scorecard terdiri dari kartu skor (scorecard) dan berimbang (balanced). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja seseorang. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan oleh peronil di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3297,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7134],"tags":[],"class_list":["post-83","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-knowledge-management"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3297"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83\/revisions\/85"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}