{"id":76,"date":"2010-12-23T06:57:31","date_gmt":"2010-12-22T23:57:31","guid":{"rendered":"http:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/?p=76"},"modified":"2011-01-07T07:19:00","modified_gmt":"2011-01-07T00:19:00","slug":"membangun-knowledge-management-berbasis-it","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/2010\/12\/23\/membangun-knowledge-management-berbasis-it\/","title":{"rendered":"Membangun Knowledge Management Berbasis IT"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span>Ada berbagai cara yang dapat dilakukan oleh  perusahaan dalam rangka membangun knowledge management. Biasanya  perusahaan-perusahaan mempunyai cara yang berbeda dalam membangun  knowledge management di perusahaannya. Berbicara mengenai pengembangan  knowledge management, perusahaan yang berbasis teknologi seperti  perusahaan IT dan telekomunikasi memiliki keuntungan tersendiri dalam  hal ini. Dengan perangkat sistem teknologi yang tersedia, perusahaan  dapat leluasa membangun knowledge management system mereka. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>Sebagai perusahaan yang bergerak di industri  telekomunikasi, PT Excelcomindo Pratama Tbk merupakan salah satu  perusahaan yang mengembangkan knowledge management system berbasis  teknologi. Saat di temui HC, Joris de Fretes selaku Director-Corporate  Services Excelcomindo mengutarakan bahwa pengembangan knowledge  management di perusahaannya dikarenakan faktor kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>\u201cKarena kita terus berubah sehingga ilmunya  juga terus bertambah. Mobilitas orang pun semakin tinggi. Sehingga kita  membutuhkan suatu bentuk bagaimana men-transfer pengetahuan dengan  mudah. Salah satunya dengan knowledge management yang dulunya dimulai  dengan sharing knowledge. Sekarang kita sudah bangun lebih otomatis dan  semua sudah masuk di komputer\u201d, ujar Joris. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>Sementara itu Jan S. Tanumihardja, General  Manager HC-Learning &amp; Developmet Excelcomindo melihat fungsi  knowledge management sangat penting bagi perusahaan seperti XL yang  dituntut untuk selalu memberikan layanan informasi yang akurat dan  aktual pada pelanggannya melalui call center mereka. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>Jan juga menambahkan bahwa knowledge  management yang ada di tempatnya merupakan sumber informasi yang sangat  berharga. \u201cKita melihat bahwa company yang mempunyai sumber informasi  yang solid dan juga kaya itu selalu mempunyai benefit. Dan terbukti  banyak company yang menggunakan knowledge management karena value yang  daripada company ada disitu\u201d, tuturnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>Menurut Joris, kesuksesan XL membangun  knowledge management karena mereka memiliki system yang kuat. Ukuran  kesuksesan tersebut paling tidak telah diakui dengan prestasi sebagai  salah satu pemenang 2007 Indonesia Most Admired Knowledge Enterprise  (MAKE) yang melibatkan CEO dan direktur dari berbagai perusahaan di  Indonesia sebagai panelis. Tak hanya itu, dalam penilaian XL juga  menyandang predikat tiga besar sehingga berhak mewakili Indonesia dalam  2007 MAKE Award tingkat Asia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span><strong>Dua Arah<br \/>\n<\/strong>Jan S. Tanumihardja berharap dengan adanya knowledge management  karyawannya dapat melakukan suatu aktivitas yang terpadu dimana mereka  memperoleh informasi yang benar dan sesuai dalam menjalankan proses  transfer knowledge. Namun proses knowledge management yang ideal  menurutnya harus bersifat dua arah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>Jadi karyawan juga harus memberikan feedback  terhadap suatu persoalan seperti menceritakan pengalamannya. Melalui  sistem tersebut, karyawan dimungkinkan untuk men-share pengalamannya ke  dalam sistem knowledge management yang nantinya akan dibaca dan  diketahui orang lain. Setelah itu pembacanya dapat memberikan respon  atau masukan. Dari situlah proses transfer knowledge terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>Namun, hal itulah yang menurut Jan belum  tercapai sepenuhnya dan menjadi tantangan baginya. \u201cTendensi orang  paling senang baca yang sudah ada. Kalau disuruh menulis malas\u201d. Oleh  karena itu ia melakukan sedikit \u201cpemaksaan\u201d. Contohnya setelah mengirim  orang untuk training, dia diharuskan untuk sharing informasinya ke dalam  knowledge management. Namun ia lebih mengharapkan kesadaran diri  karyawannya untuk sharing. \u201cItu kan yang susah. Karena orang biasanya  tidak mau sharing\u201d, serunya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>\u201cMeskipun sampai sekarang sudah jalan,  tetapi saya sebagai orang yang bertanggung jawab untuk knowledge  management sepertinya masih belum puas. Karena belum benar-benar dipakai  semua orang. Artinya kita ingin bahwa pengetahuan atau knowledge yang  ada dalam portal dan server itu bukan hanya sebagai info atau  pengetahuan, tetapi dipakai dan harus aktif. Kalau itu sudah berjalan  saya rasanya baru puas bahwa knowledge management benar-benar ada\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span><strong>Perlu Komitmen<br \/>\n<\/strong>Agar knowledge management dan proses sharing pengalaman dapat  berjalan dengan baik, menurut Jan selain diperlukan infrastruktur juga  butuh komitmen untuk memulainya. \u201cKebetulan di tempat kami  infrastrukturnya memang sudah ada. Sehingga awalnya informasi kita  kemas, lalu kita bikin pilar aktivitasnya\u201d, kata Jan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>Namun untuk perusahaan yang tidak mempunyai  infrastruktur bukan berarti knowledge management tidak bisa dijalankan.  Karena sebetulnya ada banyak cara untuk melakukan knowledge management  dan bagi Jan komputer hanyalah sebagai alat penyimpan data.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>\u201cMisalnya melalui aktivitas book sharing,  informasi mengenai Standard Operating Procedure perusahaan, itu juga  bisa dipakai orang lain untuk memperbaiki kinerjanya. Dan saya pikir  banyak sekali perusahaan yang peralatannya tidak seperti kami. Dan XL  beruntung bisa dalam kondisi seperti itu. Banyak perusahaan yang  jaringannya tidak seperti XL tapi juga sukses dalam hal tersebut\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>Terakhir, Jan berpendapat bahwa sudah  seharusnya company lain memberikan perhatian terhadap pengembangan  knowledge management ini. Karena hal ini dapat menjadi nilai lebih bagi  perusahaan sekaligus menjadi modal dalam mengarungi persaingan bisnis  yang kian ketat. (adt)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>source : <\/span>http:\/\/www.portalhr.com\/majalah\/1id813.html<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada berbagai cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam rangka membangun knowledge management. Biasanya perusahaan-perusahaan mempunyai cara yang berbeda dalam membangun knowledge management di perusahaannya. Berbicara mengenai pengembangan knowledge management, perusahaan yang berbasis teknologi seperti perusahaan IT dan telekomunikasi memiliki keuntungan tersendiri dalam hal ini. Dengan perangkat sistem teknologi yang tersedia, perusahaan dapat leluasa membangun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3297,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7134],"tags":[],"class_list":["post-76","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-knowledge-management"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3297"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76\/revisions\/137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}