{"id":71,"date":"2010-12-23T06:03:34","date_gmt":"2010-12-22T23:03:34","guid":{"rendered":"http:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/?p=71"},"modified":"2011-01-07T07:25:17","modified_gmt":"2011-01-07T00:25:17","slug":"seberapa-pentingkah-knowledge-management-bagi-ukm-saat-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/2010\/12\/23\/seberapa-pentingkah-knowledge-management-bagi-ukm-saat-ini\/","title":{"rendered":"Seberapa pentingkah Knowledge Management bagi UKM saat ini ?"},"content":{"rendered":"<h3 id=\"post-164\"><a rel=\"bookmark\" href=\"http:\/\/kolumnis.com\/seberapa-pentingkah-knowledge-management-bagi-ukm.html\"> <\/a><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, lemahnya daya saing merupakan faktor utama yang  menyebabkan usaha kecil menengah (UKM) kita kurang berkembang di pasar  global. Bila kita telaah lebih jauh, ternyata permasalahannya ada pada  kurangnya pengetahuan (<em>knowledge<\/em>) yang dimiliki dari para  pengusaha tersebut. Wajar saja, karena memang mayoritas pendidikan  pengusaha kecil menengah di Indonesia masih rendah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal seperti telah diketahui, pengetahuan memegang peranan yang  sangat penting dalam kemajuan perusahaan. Semakin unggul pengetahuan  suatu perusahaan dan sumber daya manusianya (SDM) maka akan semakin  tinggi daya saing perusahaan di pasar global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya adalah kesuksesan Microsoft dalam menjadi salah satu  perusahan Information Technology (IT) terbesar di dunia. Sangat  terbukti, bahwa Microsoft berhasil karena kekuatan pengetahuan yang  dimiliki oleh pendiri dan pegawai-pegawainya. Lihat saja, harga saham  Microsoft yang dihargai tinggi oleh masyarakat bukan dihitung  berdasarkan aset yg dimiliki microsoft, namun lebih karena Microsoft  memiliki pegawai dengan pengetahuan yang di atas rata-rata perusahaan  lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara yang efektif dan  efesien dalam meningkatkan pengetahuan di sebuah perusahaan? Berapa  banyak dana yang harus dikeluarkan untuk mengirim karyawan ke lembaga  pelatihan, sekolah, atau seminar agar terjadi peningkatan pengetahuan?  Lalu, bagaimana bila perusahaan anda memiliki karyawan yang lumayan  banyak? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inilah beberapa pertanyaan yang biasa diajukan para pengusaha maupun  pemimpin perusahaan. Namun, mau tidak mau, proses peningkatan  pengetahuan tetap harus dilakukan. Karena, salah satu kunci untuk  memenangi kompetisi adalah kekuatan dari karyawan yang cerdas atau <em>knowledge worker<\/em>.  Semakin cerdas dan pintar karyawan di perusahaan anda, maka akan  semakin mudah pula perusahaan anda menghadapi perubahan dan memenangi  kompetisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu solusi yang menarik saat ini adalah dengan menerapkan  sebuah sistem yang mampu meningkatkan pengetahuan di internal perusahaan  yang dinamakan  sistem <em>knowledge management.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sederhananya, <em>knowledge management<\/em> merupakan sebuah sistem <em>database<\/em> berbasis web yang berguna dalam mengelola seluruh pengetahuan yang  dimiliki oleh perusahaan dan pegawainya. Mengelola disini tidak sebatas  menyimpan, namun juga menciptakan budaya pembelajaran di lingkungan  karyawan melalui proses pertukaran pengetahuan. Sehingga, akan  memudahkan karyawan dalam melakukan pembelajaran secara mandiri dan  memudahkan dalam memberikan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapinya  maupun yang dihadapi pelanggan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan begitu, maka proses peningkatan <em>knowledge<\/em> seluruh  karyawan tidak memakan biaya besar dan waktu yang lama. Dan secara  perlahan tapi pasti, budaya pembelajaran akan semakin tumbuh di  lingkungan perusahaan. Alhasil, perusahaan pun bisa percaya diri  berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh baru-baru ini yang paling menarik adalah IBM. Pada akhir tahun  2000, pertumbuhan perusahaan yang terkenal dengan bisnis personal  computer (PC) dan semikonduktor itu terus merugi. Namun, pada akhir  tahun 2005, IBM mencatatkan pendapatan perusahaan yang luar biasa.  Earning per share IBM menjadi 4,87 dollar US pada tahun 2005.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, apa kuncinya sehingga IBM berhasil kembali menjadi perusahaan  yang sangat menguntungkan? Ternyata, salah satu yang dilakukan IBM  adalah dengan membangun motivasi karyawan dan menciptakan kompetensi  karyawannya melalui penerapan knowledge management. IBM percaya bahwa  dengan peningkatan motivasi dan kompetensi karyawan yang signifikan,  maka perusahaan akan bisa menciptakan produk dan solusi bagi  pelanggannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia, setidaknya ada beberapa perusahaan yang telah menerapkan <em>knowlegde management.<\/em> Di antaranya adalah PLN, UTE Pandu engineering selaku anak perusahaan  United Tractor, dan Wijaya Karya. Alasan yang dikemukakan  perusahaan-perusahaan tersebut hampir sama, yakni untuk menciptakan  budaya pembelajaran dan mempermudah penciptaan solusi, yang pada  akhirnya mampu meningkatkan kapitalisasi perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, berkaca dari perusahaan-perusahaan besar yang sukses  menerapkan knowledge management, timbul pertanyaan. Apakah usaha kecil  menengah (UKM) perlu juga menerapkan sistem knowledge management?  Seberapa pentingkah?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawabannya cukup sederhana, sangat penting. Kenapa? Seperti kita  ketahui, salah satu penyebab UKM kurang memiliki daya saing yang tinggi  adalah karena mayoritas pendirinya hanya berpendidikan SMP dan SMU.  Sehingga, kemampuan bersaing di tingkat global menjadi terbatas. Untuk  itu, peningkatan <em>knowledge<\/em> bagi UKM dan seluruh pegawainya menjadi suatu keharusan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atau bila menggunakan logika sederhana, bila perusahaan besar menerapkan <em>knowledge management<\/em> untuk pertumbuhan perusahaannya, tentunya UKM harus lebih serius lagi dalam menerapkan <em>knowledge management<\/em>. Sehingga UKM bisa melakukan lompatan lebih jauh agar bisa cepat menjadi perusahaan besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sistem <em>knowledge management<\/em>, setidaknya ada tiga  proses yang harus dilakukan. Proses pertama adalah eksplorasi, yaitu  melakukan pemetaan dalam organisasi mengenai <em>knowledge <\/em>yang  dimiliki oleh setiap divisi, baik yang berhubungan dengan sumber daya  manusia, produk, pasar, maupun pelanggan. Dengan begitu, maka akan mudah  dilakukan proses pencarian dan pengumpulan seluruh pengetahuan yang  dimiliki perusahaan maupun pengetahuan yang dikuasai oleh tiap pegawai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, proses pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan cara  memanfaatkan pengetahuan tersebut secara maksimal. Bisa dengan  pertukaran antar individu maupun secara perorangan. Atau, bisa dilakukan  melalui forum interaktif untuk berbagi pengetahuan secara online. Pada  tahap ini, akan tercipta budaya pembelajaran yang semakin lama semakin  kuat. Kenapa? Karena pada dasarnya setiap orang haus akan informasi dan  pengetahuan. Akibatnya, perusahaan pun akan semakin kaya akan  orang-orang yang kuat pengetahuannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga, proses mencari dan menciptakan pengetahuan baru. Tahap ini  akan terjadi bila telah terjadi budaya pembelajaran yang kuat dalam  perusahaan. Dan juga, kumpulan knowledge yang sebelumnya dimiliki  perusahaan dalam sistem <em>knowledge management<\/em> tidak lagi  mencukupi. Sehingga, tiap orang dalam perusahaan akan berusaha untuk  mencari dan menemukan pengetahuan yang baru. Alhasil, kumpulan  pengetahuan dalam sistem <em>knowlegde management<\/em> menjadi terus berkembang yang pada akhrinya akan menjadi sumber pengetahuan perusahaan yang lengkap dan <em>update <\/em>atau terus diperbaharui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, bila perusahaan Anda masih tergolong UKM, maka penerapan  knowledge management akan menjadi suatu tantangan menarik. Apalagi bila  sudah banyak terbukti mampu menigkatkan daya saing perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">source : http:\/\/kolumnis.com\/seberapa-pentingkah-knowledge-management-bagi-ukm.html<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara umum, lemahnya daya saing merupakan faktor utama yang menyebabkan usaha kecil menengah (UKM) kita kurang berkembang di pasar global. Bila kita telaah lebih jauh, ternyata permasalahannya ada pada kurangnya pengetahuan (knowledge) yang dimiliki dari para pengusaha tersebut. Wajar saja, karena memang mayoritas pendidikan pengusaha kecil menengah di Indonesia masih rendah. Padahal seperti telah diketahui, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3297,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7134],"tags":[],"class_list":["post-71","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-knowledge-management"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3297"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71\/revisions\/139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}