{"id":69,"date":"2010-12-23T05:58:08","date_gmt":"2010-12-22T22:58:08","guid":{"rendered":"http:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/?p=69"},"modified":"2011-01-07T07:25:54","modified_gmt":"2011-01-07T00:25:54","slug":"knowledge-management-system-berbasis-kompetensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/2010\/12\/23\/knowledge-management-system-berbasis-kompetensi\/","title":{"rendered":"Knowledge Management System Berbasis Kompetensi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pendahuluan <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada pertengahan tahun 1980-an, banyak individu dan organisasi mulai  tertarik pada peran yang terus meningkat dari pengetahuan untuk dapat  bertahan dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Persaingan bebas dan  internasional telah merubah dengan cepat bagi perusahaan untuk secara  serius menekankan pada kualitas, tanggapan, keberagaman dan kustomisasi  produk dan jasa. Dan dalam survey 1989, beberapa CEO perusahaan yang  termasuk dalam Fortune 50 setuju bahwa pengetahuan merupakan faktor yang  sangat fundamental yang berada dibalik keberhasilan perusahaan dan  semua aktifitasnya. Mereka mempunyai anggapan bahwa kemampuan perusahaan  untuk berkompetisi bergantung pada kualitas aset pengetahuan dan  kemampuan pemanfaatannya dengan sempurna. Oleh karena itu banyak  perusahaan-perusahaan besar dengan serius mencari cara untuk membangun  dan mendapatkan nilai dari aset pengetahuan yang ada di dalam perusahaan  mereka itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Knowledge Management (KM) merupakan langkah strategis bagi setiap  perusahaan untuk mampu memanfaatkan aset pengetahuan. Dan artikel ini  menjelaskan KM yang berbasiskan pada direktori kompetensi, sehingga  setiap perusahaan akan lebih mampu memahami secara jelas terhadap  pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung satu kompetensi yang  disyaratkan untuk satu pekerjaan tertentu di perusahaan\/organisasi. Dan  melalui artikel ini juga, perusahaan\/organisasi akan memahami bahwa  penerapan KM yang didukung sistem yang berbasiskan pada pendekatan  direktori kompetensi akan sangat membantu penerapan KM secara  sistematik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Knowledge Management <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Knowledge Management (KM) merupakan intervensi bersama-ssama dari  sumber daya manusia, proses dan teknologi untuk mendukung proses  pembuatan ( <em>creation <\/em>), pembauran ( <em>assimilation <\/em>), penyebaran ( <em>dissemination <\/em>) dan pemanfaatan ( <em>application <\/em>) pengetahuan di dalam lingkungan perusahaan \/ organisasi. <em>Pembuatan pengetahuan <\/em> (knowledge creation) adalah proses perbaikan pengetahuan tertentu selama proses pembelajaran. <em>Pembauran pengetahuan <\/em> (knowledge assimilation) adalah proses pengumpulan, penyimpanan dan  penyaringan pengetahuan yang dibuat dengan pengetahuan yang sudah  dipunyai sebelumnya. <em>Penyebaran pengetahuan <\/em>(knowledge dissemination) adalah proses akses dan distribusi pengetahuan untuk dipergunakan dalam pekerjaan yang lainnya. <em>Pemanfaatan pengetahuan <\/em>(knowledge  application) adalah penggunaan pengetahuan yang ada untuk mendukung  penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya. Pengetahuan dibangun atau  dikembangkan melalui proses pengalaman dimana pengetahuan tersebut  dipergunakan, seperti proses penyelesaian masalah, projek atau  pekerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di bawah ini terdapat beberapa pertanyaan dimana penerapan Knowledge Management (KM) seharusnya dapat memberikan jawaban:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Pengetahuan\/keahlian apa yang diperlukan oleh setiap pekerja untuk melaksanakan tugas-tugasnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Apakah pengetahuan terdokumentasikan dan dapat disebarkan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Pengetahuan\/keahlian apa yang dipunyai para pekerja pada saat ini?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Bagaimana pengetahuan itu diukur?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Pengetahuan apa yang vital bagi proses bisnis perusahaan\/organisasi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Pengetahuan\/keahlian apa yang diperlukan oleh para pekerja untuk masa depan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Bagaimana membangun keahlian\/pengetahuan yang diperlukan organisasi secara efisien?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Pelatihan apa yang diperlukan untuk meningkatkan keahlian\/pengetahuan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Bagaimana mempersingkat proses pembelajaran dan menghemat biaya-biaya akuisisi keahlian?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  Bagaimana pengetahuan para pekerja dapat disebarluaskan dengan efektif?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik, maka  seharusnya dikembangkan satu pendekatan yang sistematik untuk penerapan  Knowledge Management, dan tentunya pendekatan tersebut dapat juga  dikembangkan dalam bentuk sistem berbasis komputer, sehingga penerapan  KM tersebut akan lebih mudah dan sistematik. Pendekatan yang sangat baik  adalah <em>pendekatan kompetensi <\/em> untuk membangun KM tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Direktori Kompetensi <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap perusahaan\/organisasi mempunyai struktur organisasi untuk  mendukung aktifitas-aktifitasnya dan mencapai sasaran-sasarannya yang  telah ditetapkannya. Struktur organisasi tersebut mempunyai  pekerjaan-pekerjaan (jobs) yang dijabat oleh pekerja yang sudah  ditetapkan untuk menangani pekerjaan-pekerjaan tersebut. Untuk mampu  melaksanakan pekerjaan tersebut dengan baik, maka setiap pekerjaan  tersebut memberikan persyaratan <em>kompetensi <\/em> yang harus dimiliki oleh pekerja agar mampu melaksanakan tugas-tugas (tasks) yang ditanganinya. (Perhatikan gambar-1).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kompetensi-kompetensi ini akan membentuk <em>direktori kompetensi <\/em> perusahaan\/organisasi yang akan memperlihatkan fokus-fokus utama dalam  pelaksanaan bisnisnya. Kompetensi-kompetensi tersebut akan saling  terkait terhadap pekerjaan, sehingga satu kompetensi kemungkinan  diperlukan oleh dua pekerjaan yang berbeda dan tentunya kemungkinan  dengan level yang berbeda pula. Disamping hal itu, keberadaan kompetensi  tersebut yang diperlukan oleh organisasi sangat dibatasi oleh  keberadaan pekerja juga, misalnya sakit, meninggal dunia, mutasi ke  departemen lain, pindah bidang keahlian\/pengetahuan, pindah ke  perusahaan lain. Oleh karena itu setiap organisasi\/perusahaan harus  mampu mengelola kompetensi-kompetensi utama yang ada di perusahaan untuk  dapat mempertahankan kelangsungan atau keberadaan perusahaan dan mampu  berkompetisi dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kompetensi-kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh setiap pekerjaan  dengan tingkat-tingkat tertentu sangat dipengaruhi oleh pengetahuan  sebagai sumber untuk mendukung kompetensi-kompetensi yang diperlukan  tersebut. Oleh karena itu, pengelolaan pengetahuan (knowledge  management) sangat diperlukan oleh setiap perusahaan\/ organisasi untuk  dapat mendukung peningkatan kompetensi yang dimiliki oleh para  pekerjanya, sehingga tugas-tugas yang diberikan oleh  perusahaan\/organisasi dapat dilaksanakan lebih baik dan cepat. Melalui  Knowledge Management yang berbasis kompetensi tersebut, maka setiap  pekerja akan dapat belajar dari pengalaman pekerja lainnya ketika dia  menggantikan posisinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Knowledge Management System Berbasis Direktori Kompetensi <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Knowledge Management System (KMS) merupakan sistem berbasis komputer  untuk mendukung penerapan KM di perusahaan\/organisasi, sehingga  penyebaran dan pengaksesan pengetahuan akan lebih efisien dan efektif.  Terdapat lima prinsip utama yang mendasari pengembangan Knowledge  Management System (KMS) :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  <em>Menyimpan pengetahuan secara online dan dapat dilakukan secara online <\/em>.  Macam-macam pengetahuan dipublikasikan dalam bentuk digital, dan jika  diperlukan dicetak dalam kertas. Pengetahuan disimpan dalam jaringan  Intranet, tidak disimpan dalam kabinet-kabinet atau kotak-kotak, karena  pengetahuan yang sudah dijadikan dalam bentuk digital akan lebih efisien  untuk dipelihara, dan akan lebih mudah untuk dianalisa, ditelusuri,  diperbaharui dan disebarluaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  <em>Memudahkan akses pengetahuan online. <\/em>Organisasi\/perusahaan  mempunyai tanggungjawab dan kewajiban untuk semua karyawan mempunyai  akses yang sama terhadap pengetahuan yang sesuai dengan keperluannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  <em>Para <\/em><em> pegawai menjadi \u201cKnowledge Worker\u201d. <\/em>Para  pegawai dituntut untuk meningkatkan kemampuannya ketika melayani  pelanggan\/kustomer internal atau eksternal, sehingga para pegawai mampu  mengakses dengan segera terhadap pengetahuan yang terbaru dan akurat.  Dalam hal ini, teknologi Web dapat memberikan fasilitas untuk mendorong  perubahan budaya melalui lingkungan yang didukung oleh pengetahuan atau  informasi yang dapat diakses dari berbagai lapisan, dan juga bisa saling  melakukan sharing satu sama lain dengan mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  <em>Berkerja secara kemitraan (teamwork) untuk mencapai sasaran. <\/em>Terdapat  kebutuhan yang mendesak untuk dapat melakukan kerjasama secara lebih  baik diantara para anggota atau departemen organisasi\/perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  <em>Menghilangkan atau memperkecil penghalang dan memberikan contoh\/model. <\/em> Dalam era informasi, pimpinan perusahaan\/organiasi seharusnya secara  proaktif mendorong para pekerja untuk bisa saling berkerja sama, oleh  karena itu pimpinan memberikan contoh atau model untuk selalu berbagi  pengetahuan atau informasi dengan semua lapisan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teknologi Web dan Internet merupakan platform standard yang sudah  banyak diterapkan di lingkungan perusahaan\/organisasi, dan teknologi ini  dapat mendukung prinsip-prinsip utama KMS dengan baik dan fleksible.  Oleh karena itu teknologi ini sangat cocok dipergunakan untuk  mengembangkan Knowledge Management System (KMS) berbasis direktori  kompetensi ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk dapat membangun dan menerapkan KMS berbasis direktori  kompetensi ini dengan baik, maka Knowledge Director atau pimpinan projek  penerapan KM di perusahaan\/organisasi harus dapat memahami  relasi-relasi dengan baik antara struktur organisasi, posisi pekerjaan  dan kompetensi. (Seperti gambar-1).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui relasi-relasi tersebut, KMS berbasis kompetensi mempunyai bagian-bagian utama, seperti :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  <em>Jobs Directory. <\/em>Seluruh posisi pekerjaan (jobs) harus  jelas dalam struktur organisasi, dan setiap pegawai harus mempunyai  posisi pekerjaannya. Direktori ini merupakan pemetaan struktur  organisasi terhadap posisi pekerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  <em>Competence Directory <\/em>. Setiap pekerjaan akan mempunyai  kompetensi-kompetensi yang disyaratkan. Direktori ini merupakan pemetaan  pekerjaan terhadap kompetensi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022  <em>Knowledge Directory <\/em>. Setiap kompetensi memerlukan  pengetahuan. Pengetahuan terdiri dari empat sumber utama yaitu  pelatihan, konsultansi, forum diskusi dan dokumen. Keempat sumber utama  ini saling terkait, sehingga satu sama lain bisa saling mendukung.  Pengetahuan ini harus langsung terkoneksi dengan kompetensi-kompetensi  dari posisi job, sehingga akan terjadi sharing pengetahuan secara  langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelebihan sistem ini adalah dapat dijadikan sebagai sarana untuk  menganalisa terhadap kebutuhan training yang lebih akurat sesuai dengan  kebutuhan, karena kompetensi-kompetensi yang diperlukan lebih transfaran  terhadap pekerjaan. Sistem ini dapat diterapkan dalam berbagai  lingkungan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses pembelajaran para pegawai akan terjadi terus menerus, sehingga  sistem ini dapat memberikan penghematan biaya dan waktu dalam proses  peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan\/organisasi,  disamping hal itu pemberdayaan SDM akan lebih optimum untuk menangani  pekerjaan-pekerjaannya dan tentunya akan dapat lebih saling berinteraksi  untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penutup <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Knowledge Management merupakan langkah strategis bagi setiap  organisasi\/perusahaan. Pendekatan direktori kompetensi merupakan  pendekatan yang fleksibel untuk penerapan KM. Sistem KM berbasis  teknologi Web dapat dikembangkan dengan memperhatikan tiga relasi utama  antara <em>Jobs Directory, Competence Directory <\/em> dan <em>Knowledge Directory <\/em>.  Sistem ini dapat memberikan penghematan biaya dan waktu dalam proses  peningkatan kualitas dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM)  perusahaan\/organisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">source : http:\/\/haitanrachman.wordpress.com\/2007\/09\/25\/knowledge-management-system-berbasis-kompetensi\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan Pada pertengahan tahun 1980-an, banyak individu dan organisasi mulai tertarik pada peran yang terus meningkat dari pengetahuan untuk dapat bertahan dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Persaingan bebas dan internasional telah merubah dengan cepat bagi perusahaan untuk secara serius menekankan pada kualitas, tanggapan, keberagaman dan kustomisasi produk dan jasa. Dan dalam survey 1989, beberapa CEO [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3297,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7134],"tags":[],"class_list":["post-69","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-knowledge-management"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3297"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=69"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69\/revisions\/140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=69"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=69"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/erich1200965203.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=69"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}